Obat Batuk Untuk Pasien Gagal Ginjal

Obat Batuk Untuk Pasien Gagal Ginjal – Ini bukan kasus pertama gangguan ginjal akut yang diduga terkait dengan obat-obatan yang terkontaminasi di Indonesia. Untuk itu perlu dilakukan penguatan pengawasan terhadap mutu produk farmasi.

Pada Kamis (20/10/2022), seorang pegawai salah satu minimarket di Kramat, Jakarta menyita obat berbentuk sirup yang mengandung parasetamol. Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan surat edaran kepada berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan dan apotek, untuk menghentikan sementara penggunaan obat dalam bentuk cair atau sirup, karena diduga dapat menjadi faktor risiko penyakit ginjal akut pada anak. Potensi kontaminasi etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) sedang diselidiki.

Obat Batuk Untuk Pasien Gagal Ginjal

Obat Batuk Untuk Pasien Gagal Ginjal

Kasus gangguan ginjal akut yang menimpa lebih dari 200 anak di Indonesia yang diduga disebabkan oleh kontaminasi etilen glikol dan dietilen glikol pada sirup atau obat cair, bukanlah yang pertama di dunia. Namun, hal ini harus menjadi pengingat akan pentingnya upaya meningkatkan pengendalian mutu untuk menjamin keamanan obat.

Kerugian Tak Tergantikan Pasien Gagal Ginjal

Mengutip jurnal yang diterbitkan online pada 9 November 2010 oleh peneliti dari Academic Department of Child Health di University of Nottingham Children’s Hospital di Derbyshire, Inggris, penggunaan diethylene glikol sebagai pelarut obat-obatan yang menyebabkan kematian terjadi pada tahun 1937 di Amerika. Amerika. negara bagian Kasus serupa juga terjadi pada waktu berbeda di Afrika Selatan, Spanyol, Nigeria, Bangladesh, dan Tiongkok.

Selain itu, kontaminasi produk gliserin dengan dietilen glikol (DEG) juga dilaporkan di India pada tahun 1986. Negara lain yang juga melaporkan kontaminasi DEG pada produk farmasi adalah Argentina, Haiti, India, Australia, Panama, dan Nigeria. Dari seluruh kasus tersebut, anak-anaklah yang paling menderita akibat kesakitan dan kematian akibat gagal ginjal akut.

Sebelum kejadian di Indonesia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga melaporkan kasus gagal ginjal akut pada beberapa anak di Gambia, Afrika, pada awal Oktober 2022. WHO menduga kuat gagal ginjal akut tersebut disebabkan oleh etilen glikol. (MISALNYA). dan kontaminasi dietilena glikol (DEG) pada produk sirup obat batuk yang dikonsumsi pasien.

Guru Besar Farmakologi dan Farmasi Klinik Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Zullis Ikawati, dihubungi di Jakarta, Selasa (25 Oktober 2022), mengatakan dilarang dengan sengaja memasukkan etilen glikol dan dietilen glikol ke dalam obat atau makanan. . Hal ini dikarenakan zat ini mempunyai sifat yang sangat beracun.

Gagal Ginjal Akut Dan Larangan Obat Sirop

Petugas saat mengurus warga yang membeli obat di Apotek Wisnu, Chiledug, Kota Tangerang, Banten, Minggu (23/10/2022). Apotek tersebut menghentikan sementara penjualan obat-obatan dalam bentuk sirup setelah mendapat informasi dari Puskesmas Chiledug mengenai wabah penyakit ginjal akut progresif atipikal pada anak-anak.

Namun terkadang zat ini dapat terkontaminasi dengan bahan lain yang digunakan sebagai pelarut. “Kalau kadarnya masih di bawah ambang batas, seharusnya tidak berbahaya,” ujarnya.

Senyawa EG dan DEG dapat ditemukan sebagai kontaminan pada senyawa propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, dan gliserol/gliserol, yang digunakan sebagai pelarut tambahan pada obat cair atau sirup. Sesuai aturan Farmakope Indonesia dan Farmakope Amerika, keberadaan kedua senyawa tersebut sebagai pengotor bahan tambahan pembuatan sirup memiliki nilai toleransi sebesar 0,1 persen untuk gliserin dan propilen glikol serta 0,25 persen untuk polietilen glikol. Batas toleransi telah ditentukan agar tidak menimbulkan dampak buruk.

Obat Batuk Untuk Pasien Gagal Ginjal

Selain itu, ambang batas asupan harian yang aman atau dapat ditoleransi (TDI) untuk kontaminasi EG dan DEG juga ditetapkan sebesar 0,5 miligram per kg berat badan per hari. Namun cukup sulit untuk mengukur polusi sehari-hari pada manusia, terutama untuk menemukan penyebab polusi. Polusi EG dan DEG juga dapat disebabkan oleh paparan selain polusi obat.

Obh Nellco Special

Namun menurut Zullis, jika kontaminasi ED dan DEG yang masuk ke dalam tubuh melebihi ambang batas, maka dapat terjadi toksisitas atau keracunan. Faktanya, jika dipecah menjadi senyawa lain, dapat terjadi toksisitas yang lebih besar yang dapat mempengaruhi fungsi ginjal.

Senyawa ED dan DEG di dalam tubuh dapat membentuk metabolit berupa asam oksalat. Ketika berinteraksi dengan kalsium, ia berubah menjadi kalsium oksalat, yang disimpan di berbagai jaringan tubuh, terutama ginjal, yang akhirnya menyebabkan gagal ginjal akut. Kalsium oksalat berbentuk kristal tajam yang juga dapat merusak ginjal. Oleh karena itu, paparan yang berlebihan menjadi sangat berbahaya.

Penyakit ini juga diduga menjadi penyebab penyakit ginjal akut progresif atipikal yang dialami lebih dari 200 anak di Indonesia. Tes sementara masih dilakukan untuk mengetahui penyebab masalah ginjal tersebut. Namun, terdapat kecurigaan serius terhadap konsumsi zat yang terkontaminasi EG dan DEG.

Berdasarkan informasi surveilans keempat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terhadap sirup obat yang diduga mengandung EG dan DEG, pada 20 Oktober 2022, ditemukan lima produk dari tiga perusahaan mengandung EG. kandungan kontaminan melebihi ambang batas keamanan.

Obat Yang Tercemar

Kelima produk tersebut antara lain Sirup Termorex (obat demam) produksi PT Konimex dengan nomor izin edar DBL7813003537A, Sirup Flurin DMP (obat batuk dan flu) produksi PT Yarindo Farmatama DTL0332708637A1. Tiga produk lainnya diproduksi oleh Universal Pharmaceutical Industries, yaitu Unibebi Cough Syrup (Obat Batuk dan Flu) DTL7226303037A1, Unibebi Fever Syrup (Obat Demam) DBL8726301237A1 dan Unibebi Drops Demam (Obat Demam) dengan nomor izin edar DBL1039326A.

Namun pada update kelima tanggal 23 Oktober 2022, Kepala BPOM Penny C. Lukito mengatakan, setelah dilakukan pengujian ulang dengan sampel dan batch lain dengan lokasi distribusi dan waktu produksi berbeda, ditemukan produk Sirup Termorex aman pada batch tertentu. Penarikan kembali tersebut untuk lot tertentu yaitu nomor lot AUG22A06 (nomor lot tidak disebutkan pada artikel sebelumnya).

Pada saat yang sama, tampak dalam lampiran bahwa batch produk “Sirup rasa jeruk Thermorex”, nomor batch SEP22A04, dinyatakan aman. Artinya, sisa yang aman, hanya batch ini, karena ditemukan di batch lain yang tidak melewati ambang batas. Memahami apakah (suatu produk) aman atau tidak. itu juga bisa bervariasi dari satu kelompok ke kelompok lainnya,” kata Penney.

Obat Batuk Untuk Pasien Gagal Ginjal

Pada 21 Oktober 2022, PT Konimex merilis keterangan resmi hasil tes BPOM. Dalam surat yang ditandatangani CEO PT Konimex Rahmadi Josof, PT Konimex menyebutkan seluruh sirup yang diproduksinya tidak menggunakan bahan baku EG atau DEG. Namun berdasarkan surat keputusan BPOM PT, Konimex bersiap menghentikan produksi, distribusi dan penarikan kembali Termorex Syrup 60ml, nomor lot produk AUG22A06.

Idai: Gangguan Ginjal Akut Ri Tak Berkaitan Dengan Obat Batuk Asal India

Selain itu, pada 27 Oktober 2022, BPOM mengeluarkan pernyataan resmi atas ditemukannya produk farmasi terkontaminasi EG dan DEG. Setidaknya terdapat 198 obat yang tidak menggunakan propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, atau gliserol/gliserol sehingga dinyatakan aman digunakan selama mengikuti petunjuk penggunaan.

Di ruang pemeriksaan klinik rawat jalan khusus nefrologi Pusat Kesehatan Ibu dan Anak (PKIA) Anda melihat seorang perawat, Kiara Dr. RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Jumat (21/10/2022). Unit perawatan intensif ini merawat 11 pasien anak dengan penyakit ginjal akut. RSMM merupakan rumah sakit khusus perawatan pasien anak dengan penyakit ginjal akut.

Kementerian Kesehatan mencatat sedikitnya 269 kasus penyakit ginjal akut di 34 provinsi di Indonesia per 26 Oktober 2022. Dari jumlah tersebut, 157 orang meninggal dunia atau 58,3 persen dari total kasus yang dilaporkan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Bali, Jumat (28/10/2022) mengatakan, penurunan jumlah kasus yang dilaporkan mulai melambat seiring dengan terhentinya sementara konsumsi obat cair atau sirup di masyarakat. . Tidak ada laporan kasus baru penyakit ginjal akut di RS Cipto Mangunkusumo dalam beberapa hari terakhir.

Terkait Kasus Gangguan Ginjal Akut Misterius, Kemenkes Sarankan Setop Sementara Penggunaan Obat Sirop

Namun, dalam proses penyelidikan penyebab penyakit ginjal akut pada anak, besarnya jumlah kasus dan luasnya sebaran kasus yang dilaporkan harus diperhitungkan. Apakah sebagian besar zat yang beredar benar-benar terkontaminasi? Sebab, tidak mungkin semua anak di daerah berbeda bisa menggunakan satu atau dua obat.

Selain itu, kajian mendalam juga harus mempertimbangkan jenis makanan lain yang dikonsumsi, serta kemungkinan pencemaran lingkungan oleh senyawa etilen glikol. Cara penyimpanan obat dan dosis obat juga harus diperhatikan, karena dapat menyebabkan kontaminasi.

Menurut Zullis, kontaminasi EG dan DEG pada obat-obatan yang melebihi ambang batas dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu kontaminasi bahan baku sejak awal dan tindakan sengaja perusahaan farmasi. “Tapi kalau itu dilakukan dengan sengaja oleh perusahaan farmasi, itu sudah termasuk tindak pidana,” ujarnya.

Obat Batuk Untuk Pasien Gagal Ginjal

Dalam insiden tahun 2008 di Tiongkok, di mana penyelidikan mengungkapkan bahwa perusahaan farmasi menggunakan DEG sebagai pelarut, setidaknya lima orang dari perusahaan tersebut dihukum. Selain itu, wakil direktur Badan Pengawas Obat dan Makanan Denmark dipecat karena kelalaiannya.

Obat Batuk Kering Paling Ampuh

Sedangkan pada bahan baku yang terkontaminasi, hal ini dapat terjadi jika perusahaan farmasi melakukan perubahan pada bahan bakunya. Penyebab kontaminasi mungkin karena penggunaan bahan baku yang tidak memenuhi baku mutu. Namun, masih belum ada kewajiban hukum bagi BPOM atau industri farmasi untuk menguji atau memantau kontaminasi obat.

Oleh karena itu, kasus penyakit ginjal akut pada anak yang sudah beberapa kali terjadi di beberapa negara, perlu menjadi perhatian untuk memperkuat pengawasan terhadap obat-obatan yang dijual ke masyarakat, kata Zullis. Hal ini tentunya dilakukan untuk menjamin keselamatan dan keamanan masyarakat.

Dalam siaran persnya, Direktur Eksekutif BPOM Penny K. Lukito mengatakan, hasil pengujian menemukan konsentrasi EG dan DEG yang sangat tinggi pada sampel bahan baku propilen glikol yang digunakan pada beberapa produk. Dalam konteks ini, dugaan awal penggunaan bahan baku tambahan tidak memenuhi standar.

“Saat ini sedang dilakukan penyidikan pengadaan propilen glikol oleh industri importir umum, termasuk dugaan adanya pasokan propilen glikol di bawah standar. Barescream Polri juga telah menindak dua pabrik farmasi yang tidak patuh,” ujarnya. .

Bisolvon 8 Mg

Jurnal berjudul “Epidemi Kematian Bayi Akut

Obat anemia untuk pasien gagal ginjal, makanan untuk pasien gagal ginjal, obat batuk untuk penderita gagal ginjal, makanan pasien gagal ginjal, obat batuk penyebab gagal ginjal, pasien gagal ginjal, vitamin untuk pasien gagal ginjal, caco3 untuk pasien gagal ginjal, obat asam urat untuk pasien gagal ginjal, obat batuk yang aman untuk gagal ginjal, obat batuk untuk gagal ginjal, susu untuk pasien gagal ginjal

Leave a Comment